Negaraku
ini sedang berada di tengah jembatan yang panjangnya 69 meter. Jembatan ini
dibuat menggunakan tali yang sangat kokoh dan kayu yang amat kuat. Tapi,
seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, sekarang jembatan ini mulai
rapuh.
Angin bertiup sedikit saja mampu menggoyangkan jembatan hingga material dalam
negaraku banyak yang berjatuhan dan menghilang.
Yang kutakutkan adalah, ketika suatu hari nanti, jembatan ini tidak segera dibetulkan, tentunya AKU dan negaraku akan ikut terjatuh dan menghilang juga. Padahal kan jembatan ini dibuat oleh nenek moyang negaraku. Mereka bercita-cita bahwa jembatan ini nantinya akan mampu menjalin persahabatan antara negaraku dan negara lain. Bahkan cita-cita tertinggi nenek moyang KAMI adalah..
Jembatan ini mampu membuat persahabatan seluruh negara di bumi. Sungguh mulia.
Yang kutakutkan adalah, ketika suatu hari nanti, jembatan ini tidak segera dibetulkan, tentunya AKU dan negaraku akan ikut terjatuh dan menghilang juga. Padahal kan jembatan ini dibuat oleh nenek moyang negaraku. Mereka bercita-cita bahwa jembatan ini nantinya akan mampu menjalin persahabatan antara negaraku dan negara lain. Bahkan cita-cita tertinggi nenek moyang KAMI adalah..
Jembatan ini mampu membuat persahabatan seluruh negara di bumi. Sungguh mulia.
Melihat keadaan ini, AKU tidak akan diam.
Sekarang AKU yang akan membuat negara ini tetap seimbang walau diterpa badai besar sekalipun.
Sekarang AKU yang akan membuat negara ini tetap seimbang walau diterpa badai besar sekalipun.
*AKU = Pemudi/a Indonesia
No comments:
Post a Comment