Tuesday, January 12, 2016


 Obat Tinta




                   Ini hari ke tiga dari waktu aku "liburan" kemarin. atau bisa jadi hari kesekian dari waktu aku terakhir liburan kemarin. Ada suasana berbeda, menyelimuti awal pagi. Selesai shalat subuh aku berdoa, rasanya ada yang aneh. Entah itu apa.

                   Terus melanjutkan kegiatan sampai aku hampir berangkat ke tempat itu lagi. Tempat dimana kuketik tulisan ini sampai pada kau pun ikut membacanya. Rasanya aku ingin menangis. Aku takut. Aku merasa menjadi orang lemah. Aku punya teman yang bernama Ika juga. Dia selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Selalu, tak pernah tertinggal. Ia pun berkata demikian. Tak terlewat satu katapun yang hampir aku tak tau. Pagi ini, banyak yang melontarkan senyum padaku. Padahal ini hal biasa dan termudah yang biasa aku lakukan. Tapi.. Aku tak mampu membuat mataku ikut tersenyum. Semuanya berupa kebohongan. Maafkan aku, makhlukNya.

                    Apa yang aku butuhkan? Apa yang sebenarnya sedang aku rasakan? Aku harus bagaimana? Apa yang terjadi?

                    Apa mungkin aku butuh asupan gizi dalam beribadah? Lebih terus mendekatkan diri padaNya, agar aku dapat dengan cepat mendapat petunjuk terbaik dariNya. Mungkin aku butuh motivasi? Motivasi yang seperti apa? Tentang apa? Bagaimana? Apa? Apa? Mungkin ini sebuah teguran darinya karena telah lama aku meninggalkan panggilan emasnya dimalam manusia kelelahan dan bergelut dalam mimpi-mimpinya?! Atau mungkin aku yang telah jauh karena selalu lupa padaNya?

                    Akhir-akhir ini, aku seperti mendapat petunjuk yang membawaku menuju jalan lurusNya. Allah itu sabar. Aku juga harus bersabar, dalam jalan menuju perintahNya. YaAllah.. Maafkan aku, berikan aku petunjukMu selalu.

                   Apa aku butuh "hiburan"? Karena rasa senang terdalam, yang benar-benar bukan lagi suatu kebohongan terakhir kali aku rasakan.. Itu sudah lama.

                   Apa ini teguran karena aku menjadi manusia egois yang sekarang menginginkan waktu lebih banyak sendiri, dengan duniaku?

                   Bukankah ini tahun yang baru? Tahun Masehi yang semua orang menganggapnya adalah.. Seperti lembaran baru. Bukankah aku juga sudah membuat list perbaikan dimasa ini? Atau ini adalah jalan menuju jalannya yang indah itu?

                   Mengejar waktu. Adalah jawaban yang telah, sedang dan akan aku laksanakan. Awalnya aku tak setuju, tapi keadaan yang memaksaku seperti itu. Ini awal bukan? Ini baru tahap awal? Aku sudah jatuh tersungkur, bersedih dan merasa putus asa begini saja? Bukankah daftar perjuanganku di tahun ini lebih banyak dan lebih menantang dan sungguh sangat siap aku hadapi dan harapkan bisa terjadi dengan penuh kebanggan diakhir hasilnya?

                    Ada lagi. Terkadang, kita juga harus menutup telinga dari semua suara yang tak berguna diluar sana. Biarkan mereka terus menjadi pendorong dari motivasi-motivasi terbaik kita bukan? Tapi mengapa selalu teori mudah diucap namun praktiknya sulit sekali?!

                    Kesabaran dan keikhlasan. Menjadi pendorong kunci kesuksesan dari diri kita bukan? Atau ini memang merupakan sesuatu yang memang harus sejalan? Aku puas dengan semua kesabaran yang telah aku lakukan. Puas dengan semua itu. Tapi semakin hari semakin berat dan banyak soalnya. Ini ujian? Apakah memang benar suatu kejutan yang bukan membuat kita terus melesat menjadi hambaNya yang semakin tinggi tingkatan imannya?

                    Kekuatan dan pemikiran positif. Selalu belajar hal itu setiap hari. Apa arti kekuatan yang sesungguhnya? Apa perbedaan kekuatan di dalam dan di luar diri setiap manusia? Apa kekuatan setiap orang terlahir sama? 
                   Pemikiran positif. Aku pernah menjalaninya. Aku sudah menjalaninya. Dan aku sedang menjalaninya. Kalau boleh jujur, mungkin kesabaran memang terus diperlukan dalam setiap tindakan, termasuk dalam berfikir positif. Hasilnya selalu luar biasa. Memang Allah selalu adil pada setiap hambaNya. Aku percaya.

                    Kekuatan sangat diperlukan agar kita tidak perlu menjadi manusia yang senantiasa berputus asa. Bagaimana denganku? Tau tidak? Aku ada disekitar makhluk yang senantiasa merasakan hal itu. Bagaimana denganku? Aku tidak terpengaruh, dan ini suatu doa, kesemogaan dan memang suatu kenyataan. Tidakkah kita boleh berputus asa? Jangan bisa!

Sampai kata-kata terakhir yang aku tuliskan ini, terimakasih yaAllah.. Mungkin salah satu teguran darimu yaitu "luapkan sesuatu ke dalam sesuatu, agar kau merasa lebih baikan dan tidak merasa terbebani sendirian. Dan teruslah ingat padaKu".




sayup-sayup hadir sebuah surat yang menjawabnya

"Kau tau apa yang harus kau lakukan, kau tau apa yang terjadi pada dirimu, semangatmu tak mudah dipatahkan! Senyummu tak mudah tuk dihilangkan! Kau adalah pejuang yang tak mudah dikalahkan! Tak usah sedih! Masih ada yang membantumu bangkit dikala kau terjatuh. Menghibur dikala sedih, karena kau pejuang yang patut diperjuangkan!"

terimakasih~

Thursday, January 7, 2016


Demisioner V Went to the Pari Island




                Sebuah hal terencana yang menjadi penutup cerita menakjubkan di tahun 2015. Demisioner V Went to the Pari Island.
                Acara yang udah direncanain sejak dua bulan lalu.
                Kenapa harus Pulau Pari? Entah.. Awalnya sih kita iseng, “duuuh.. liburan kemana yaaa yuk liburan bareng yuuk!!”. Nggak sedikit yang ngacapruk ngasih jawaban. Keputusan akhirnya berpihak pada pendapat cucuk alias Indra Aries. Yeayy pulau pari. Searching.. cari2 tour travel yang bagus dan terpercaya. Awalnya semua diurusin ama cucuk. Udah dibuat grup buat koordinasiin tentang penghabisan waktu liburan ini. Ada antusias langsung memutuskan buat ikut. Ada yang nolak mentah-mentah. Ada yang ragu-ragu. Dan lain sebagainya.
                Waktu terus berjalan. Masih belum ada kepastian. Masih wacana. Warna perencanaan yang awalnya indah, berubah jadi abu-abu. Hampir nggak ada kejelasan.
                Tapi akhirnya ada yang membangunkan, memberi warna penyemangat. Walaupun masih aja ada yang keukeuh nggak ikut dengan alasan yang.. ah entahlah.
                Udah dapet travel yang insyaAllah terpercaya. Penentuan dana, waktu dan SOP. Semua sudah siap! Tak sabar menunggu hari itu..
~

                Ini belum hari H. H-1 tepatnya. Sekarang hari Rabu. Masih ada jadwal kerja. Semua perlengkapan buat dibawa malem ini udah disiapin, jadi nanti pas pulang kerumah tinggal ganti baju dan persiapan kecil. Hmm.. Besok siang, Mamah sama Pae juga berangkat ke Jawa. Ada Acara keluarga. Rendy nggak mau ikut. Nggak penting, alasan kenapa dia nggak ikut. Yang pasti, satu malam yaitu besok, dia bakal jaga rumah. Mungkin sendiri?!.
                Udah hampir setengah 6. Aku udah izin kantor pulang lebih awal buat alasan yang nggak bisa aku bohongi. Sebenernya, besok dan lusa, kantor nggak libur. Tapi Alhamdulillah Allah ngebantu aku. Makasih banyak yaAllah~
                Setengah 6? Oke aku pulang. Sampe rumah langsung makan, mandi, ganti baju, shalat, ngaji dan persiapan kecil. Setengah 7 berangkat! Itu jadwalnya.
                Udah setengah 7 dan aku berangkat. Dianter Pae sampe stasiun Bogor. Ashari udah nunggu disana. Hufft.. ini pengalaman pertama aku naik kereta tanpa orang tua. Senangnyaaa!!
~

                 Aser (Ashari) emang temen yang baik bangeeet. Buat hari ini, bonus kebaikan besar dari dia buat aku. Jauh-jauh dia dari Jakarta ke Bogor cuma buat jemput aku di stasiun. Buat “dibawa” ke tempat kost nya Maisah.
                Nggak banyak hal aneh selama di kereta. Cuma beberapa obrolan dan permainan kecil. Kita sempet main tebak lagu, dan penemu. Tebak lagu seru banget! Konyol pertanyaan-pertanyaannya!!. Perjalanan malam naik kereta nggak kalah seru ternyata. Walau bukan pertama kali aku naik kereta, tapi aku juga pernah ngerasain sesak dan leluasanya ketika naik kereta. Tapi itu siang dan sore hari. Bukan malam sepi kaya gini.
                Sampe di stasiun Pesing, Aser langsung ambil motor yang diparkir dari tadi siang. Caw ke tempat Icha ngekooost!!
                Hmm.. Merasakan udara Jakarta lagi.. Setelah sekian lama. Ya! Beberapa bulan yang lalu.
                Walaupun Cuma jadi penumpang semalem, tapi kerasa banget deh anak kost nyaa *belaga merasakan. Selesai shalat, makan, istirahat! Besok harus bangun 1/3 malam.
~

                 24 Desember 2015
                 Selamat pagi Jakartaaa!! Hmm.. Dingin! Walaupun dingin buatan, tapi nggak ngurangin semangat karena.. Alamat hari ini bakal semenyenangkan yang dibayangkan *ummm membayangkan. Icha dari tadi udah sibuk banget sama hp nya, koordinasi sama mbak Fatim buat “manggil” Grab Car.
                Yuhuuu!! Berangkaaat!! Indah, Ayu, Muy sama Fatim. Eh nggak lupa abang supir udah siap nih. Aku ama Maisah juga. Wussshh!! Berangkat ke Pelabuhan Muara Angke. Hihi
                Ladies emang exited bangeet. Buktinya, kita yang nyampe duluan. Duuuh laki-lakinya mana niiih. Katanya mereka pake 2 Grab Car. Yaudahlah, lanjut aja. Naik odong-odong nggak kalah serunya sama naik Grab Car.hhe ber-5 dempet-dempetan duduk di kursi belakang. Belum lagi ditambah sama penumpang lain yang nggak kalah banyak bawaannya sama kita. Hehe satu lagi? Icha setia mendampingi abang supir di depan.
                Cukup bayar 5rb rupiah per orang, abang odong-odong udah nganterin kita sampe ke jalan pintas menuju pelabuhan. Hadeuuuh.. bau-bau amis mulai kecium. Tajeeem!! Tutup idung, tetep kecium. Tutup idung sampe full yakali napas pake mulut. Tutup mulut, tetep kecium karena napas dari idung. Yaudahlaaah.. kapan-kapan harus ikut merasakan kehidupan di daerah seperti ini.
                Sambil nunggu para lelaki tuna asmara datang, aku ama Fatim jagain Mas (lupa namanya) biar nggak ilang. Mas-mas nya galak beud, jutek, item *eh ampun, tatoan, yaa gitudeh. Haduh, aku ama Fatim udah suudzan ajanih. Kayaknya liburan kita kali ini nggak akan berjalan semenyenangkan yang dibayangkan. Think positive think positive~ ngasih sugesti positif ke diri sendiri ajadeh.
                Nah noh!! Laki-lakinya udah pada datang. Langsung antri serahin tiket yaa.. wuuiih gaya deh ah aku baru pertama kali naik kapal penumpang.hihi *pernah juga dulu waktu TK naik kapal wisata di Ancol.hhe
                17 orang anggota Demis V yang ikut travel Pulau Pari. Semuanya juga udah dapet tempat duduk. Lumayan lama nunggu buat terus ngangkut orang-orang yang turut berlibur ke kepulauan seribu. Bukan Cuma yang mau ke pulau pari, tapi pulau-pulau yang lain juga. Hmm.. kebanyakan sih pulau tidung *bukan sok tau, tapi hasil survey.

                Sambil nunggu masih angkut-angkut orang, madet-madetin puluhan bahkan ratusan manusia di dalem kapal ini.. Groupfie dulu yuk!!

                Setelah beberapa menit nunggu, akhirnya kapal berangkat juga. Sepuluh.. dua puluh.. tiga puluh.. empat puluh menit.. hampir satu jam, mana limit sinyal pula. Ngemil udah, tidur udah, foto, video, ngobrol.. hal-hal yang dilakuin di dalem kapal yang pengap oleh ratusan manusia diantara bangku kami.
                Menikmati pemandangan lautan.. mulai dari airnya yang berwana hitam, biru, dan sekarang hijau. Mulai dari air yang tenang, ombak yang kecil, sampe ombak yang cukup bikin hampir semua orang pusing dan mual. Haduh, mabok laut. Tahaaaan.. tahaaan.. kan udah minum obat anti mabok *eh
                Alhamdulillaaah.. Dua jam lebih perjalanannya. Sempet putus asa pas di tengah jalan alias laut nggak nemuin pulau apapun. Dimana-mana air. Daratan mana darataaan??!! Akhirnya berlabuh juga. Selamat datang di Pulau Pari!!
                Oh iya! Mas mas yang namanya dilupain tadi ternyata nggak ikut. Beliau Cuma bagian ngurusin tiket keberangkatan kita doang. Syukur deeh. Hoho dan sebagai gantinya, kita di”serahkan” ke mas (aduh lupa lagi namanya). Keliatannya sih.. Baik. Dan ternyata eh ternyata kita salah! Bukan dia tour guide kita, tapi mas yang ini (lupa lagi namanya. *masnya banyak amat dah).
                Si abangnya ngaterin yang ngaterin kita ke homestay niih.. *hhe biar nggak bingung banyak mas nya, kalo yang ini pake abang aja yak.
                Sepanjang perjalanan menuju homestay, sampe lupa kalo ini masih Jakarta! Udaranya lumayan sejuk, dan nggak ada polusi udara deh.. Pasir.. ombak laut yang kecil.. ahh.. jadi euy liburan teh! Hihi
                Yeay! Alhamdulillah sampe di halaman depan homestay. Wuah ternyata, homestay laki-laki dan perempuan dipisaah!! Dapet kunci, buka pintu daaan.. ternyata eh ternyata, dapet rumah ber-AC. Lah? “bang! Kita kan nggak pesan yang AC. Alias pesannya yang non AC” blablabla.. Maisah dan yang lainnya sempet debat. Aku? Nggak tau ada diposisi apa?! -_-
                Sambil nerusin debat, masuk ke rumah.. naro tas langsung tidur-tiduran. Adeeeem!! Bersih, harum, legaaaa!! Huaaah!! Mau banget deh kalo semingguuu aja minimal tinggal disini. Nggak nyesel banget!
                Oke! Buat perdebatan masalah AC.. anggap saja selesai. Dan memang gitu kenyataannya. Sekarang, abangnya udah manggil kita buat diajak ke Pantai Kresek tuh! Dan di depan rumah ternyata udah disediain sepeda buat masing-masing orang. Nggak lupa abangnya juga udah ngasih es kelapa muda. hmmm.. segeeeer!! Sruput dulu bang!! “ayo kita ke pantai naik sepeda!” ajak si abang. Tanpa ada yang protes, semua langsung pilih-pilih sepeda dan berangkaaaat!!
                 Kanan kiri homestay buat pengikut travel yang lain.. dekat-dekat pantai, kanan kiri jalannya udah beda. Pepohonan. Dan lumayan rindang. Sampai deh di Pantai Kresek. Uhuuuuyy!! Pasir putiiih!! Setelah sekian lama nggak pernah ke pantai lagi, rasanyaaa.. ah nggak bisa diketik deh. Groupfie lagi ah!!
 

“Foto dulu nggak? Disitu tuh!” ajak si abangnya. Semangat ngasih kita “hadiah” menyenangkan buat dibawa pulang. Hehe
Satu dua tigaa!! Cekrek!!

Semua bebas melakukan “kegiatannya masing-masing”. Dan nggak lama abangnya teriak “ayo cari bintang laut!!” uhuuyy!! Bintang laut? Wuih pengalaman pertama terutama buat aku.



                 Emang nggak susah buat nyari bintang laut di pantai sebelah sini. Buktinya, Indra, Annas dan kawan-kawan lain semangat banget, berlomba-lomba buat dapetin bintang laut terbanyak. Aku? Satu aja udah geli banget!! Tentakelnya ituloooh.. Banyak dan menggeliat-geliat. Mereka? Banyangin satu tangah pegang 7 sampe 9 bintang laut. Hiiiyyy


“udah yuk! Sekarang istirahat dulu, shalat terus makan siang setelah itu kita persiapan snorkeling!” seru sia abang. Oke! Waktunya kita balik ke homestay dan menuruti perintah si abang.
Makan siangnya prasmanan, jadi bebas ambil banyak sedikitnya porsi yang dibutuhkan tiap orang. Hehe selepas itu.. ayo kita snorkeliiiing!!



               Sebelum nyebur juga nggak lupa buat minta fotoin ke abangnya.. egelee silau bang!

                Oke! Spot yang bagus buat snorkeling. Sempet dapet pengarahan dulu, dan dicontohin ama abangnya. Baru deeeh kita byurrr!!
                Emang bukan yang pertama kalinya aku berenang di air dalam pake pelampung kaya gini. Jadi, nggak takut2 deeh. Semua sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang bener-bener nikmatin keindahan bawah laut, ada yang kacamata  renangnya jatoh, ada yang masih beradaptasi dengan berdiri diatas karang sambil takut-takut terbawa ombak, ada yang sibuk otak-atik hp demi dapet foto bagus di dalem air, ada yang sibuk narikin tangan dan kaki orang demi bisa berpindah tempat dari yang sebelumnya Karena kesulitan maju -_-, macem-macem deh. Sampe akhirnya semuanya dapet giliran foto dalam air.
                Sekarang bagian aku. Apa yang terjadi? kaki keram setelah sekian lama berenang dan akhirnya nginjek karang. Pertama kaki kiri, oke abangnya baik mau mijitin. Siap foto? Siaapp! Apa yang terjadi! fotonya gatot! Karena nggak kuat napas. Berdiri lagi di karang. Apa yang terjadi? kaki kanan keram. Dan aku memutuskan buat naik dulu ke kapal, buat minum air mineral karena sempet beberapa kali nelen air laut -_-. Hadeuh.. semuanya udah dapet giliran kecuali mbak eco. Oke! Aku harus turun lagi. Bissmillah.. sekarang pasti bisa! Dan apa yang terjadi? nggak kuat napas. Udah 5x difoto, GAGAL semua! Sampe yang terakhir, kata yang moto sama si abang pendampingnya sih.. bagus?!

 

              


                Waktunya kembali ke homestay buat istirahat dan shalat ashar.
                Emang bener-bener pengalaman pertama yang seru dan mengasyikkan. Oh iya! Mengklarifikasi. Ternyata hampir semua keram pas nginjek karang sebelum foto looh..
                Selesai mandi dan shalat ashar, kegiatan selanjutnya adalah.. foto sunset di pantai .. (gatau nama pantainya apa -_- lupa). Wussh!! Berangkat pake sepeda lagiii.

                   Di pantai ini, baaaaanyak banget bintang laut yang lagi kawin. kalo nggak teliti, duhh pada keinjek nih pasti sama kita. 



          
 Bukan Cuma kami yang memanfaatkan moment sunset ini. Nggak sedikit dari traveler lain juga nggak mau kalah memanfaatkan moment ini. Kayaknya Demis V emang paling heboh deh. Kostum udah dipake semua nih *kecuali annas, maaf ya maklum beliau ketinggalan informasi tentang SOP. Aduuuh.. warna pasir, jaket sama efek kameranya mendukung banget. Hihi udah kaya di negara lain, di tempat lain. gunung fuji? Apa di bulan? Kira-kira?

                  Di tempat ini, Rahmat bikin sebuah penemuan. Tongkat narsis pake tongkat alami! Alias pake ranting-ranting pohon yang berserakan dipinggir pantai. Hihi kreatiiif emaaang dan bikin semua geger. Lucu dan kereeen!! Good lah (y)


                Udah mau masuk jam shalat magrib nih. Oh iya! Karena kebetulan malamm ini muludan, di mesjid sekitar terdengar suara orang2 yang mengaji. Nah.. selepas shalat magrib juga kan kebetulan jadwalnya makan malam.. jadi kami memutuskan makan bersama di homestay perempuan. Ada satu obrolan yang jadi fokus kami malam itu. insyaAllah hasilnya bermanfaat dan akan menjadi sebuah gebrakan besar!!
                Selesai shalat isya, si abang bawain kita ikan dan cumi bakar. Hmm.. yummy!! 
                Sembari ditemani suara gonjrengan suara gitarnya Ashari yang dimainkan secara bergiliran dan candaan-candaan kecil.. bikin seru suasana malamnya.


                  Tak lama.. si abang dateng dan ngajak kita ke Pantai Perawan. Siap bang! Berangkaaat!! Di Pantai Perawan.. Ternyata nggak sedikit orang-orang yang menikmati suasana malam disana. Sempet ngeliat udang pas jalan-jalan ama Fatim. Hihi senangnyaaa~


                 Nggak ikut semua, beberapa nggak bisa dibangunin karena mereka capek kayaknya dengan segala kegiatan dihari ini. Pagi-malam.
                Waktunya pulang dan istirahat!! Besok harus ke dermaga buat nikmatin suasana pagi dan nggak lupa ngambil foto sunrise. Sekitar jam 11 malem.. ada kejadian menyebalkan. Kunci rumah perempuan nggak bisa diambil. Artinya, kita kekunci dari luar maupun dalem. Udah pake beragam cara, tapi yaaa gitudeh. Tenaga wanita sepertinya tak sekuat tenaga laki2. Udah coba ngehubungin laki2nya, tapi nggak ada yang bangun. Hoalaaah.. akhirnya ada si abang yang tadi foto kita dibawah air. Sampe jam 12 malem belum bisa juga. Setengah 1 malem baru bisa. Tidur tanpa pintu terkunci. Hmm~ sampai jumpa besok pagii!!
                 
                  25 Desember 2015
                  Selamat pagiii!! Yuk ke dermaga!!

                


                Tapi akhirnya kita dipertemukan juga. Setelah matahari sudah merangkak naik ke atas.
                Udah waktunya mandi dan sarapan. Nggak kerasa, waktu begitu cepat berlalu. Jam 9 harus udah kosong nih homestay karena harus udah dibersihin lagi buat penginap selanjutnya. Sempet aneh karena kok kita nggak dikasih waktu buat beli oleh-oleh ya? Dan ternyata.. emang nggak ada. Fleksibel ajasih katanya. Tapi emang disana souvenirnya eh tempat souvenirnya Cuma sedikit bahkan akusih Cuma nemuin satu. Lainnya baju dan kaos. Hmm.. maaf ya yang di bogor, nggak bisa bawain oleh-oleh khas dari sini.
                Oh iya! Rahmat sahrudin kan bawa sekardus pangsit kabab. Dan kami membeli beberapa pangsit kabab A Rahmat sebagai oleh-oleh dari pari deh akhirnya.ahaha
                Masih nunggu kapal.. lamaaa




                       Oke! Jam 10 kapalnya dateng. Kita nggak mau kaya waktu berangkat. Desek-desekan, panas, sampai hampir putus asa karena lama banget nggak nemuin daratan. Ambil bagian di bagian atas kapal. Alias lantai atas. Jawabannya apa? Asli enak bangeeet.. bisa selonjoran, bahkan tiduran! Juga liat lautan luas di bagian luar!! di dek kapal. Hmm.. sungguh akhir tahun ini ditutup dengan banyak pelajaran baru. Banyak pertanyaan yang aku lontarkan sama teman-teman. Banyak! Apapun itu yang berhubungan selama perjalanan. “ itu pulau apa? Itu pulau apa? Kenapa kalo malem airnya surut trus makin siang makin banyak dan ombaknya makin gede?” beberapa pertanyaan terjawab, juga beberapa nggak terjawab. Dan aku awalnya aku fikir di pulau pari itu kita bakal ketemu banyak ikan pari. Taunya? Karena pulau nya yang berbentuk kaya pari, jadi disebut pulau pari. Hehe













    


Sampai di pelabuhan jugaaa.. tenang.. selanjutnya? Semua pulang sesuai jurusan masing-masing. Sempat shalat zuhur di pelabuhan dulu. Terakhir.. baru kita naik odong-odong. Setelah itu, kembali pada aktifitas masing-masing.
                Kabar tentang tour guide kita gimana? Diluar perkiraan awal. Dia baik banget. Dikasih lima bintang deh sama abangnya. Menyenangkan dan memuaskan!! Makasih banyak pak Munawar. Nah!! itu namanya. Makasih banyak buat Munawar Travel!! :D
                Sampai dirumah..
               ~
 
Sungguh aku sangat berterimakasih padamu yaAllah.. memang harapanku dari lama ingin berenang di laut lepas seperti waktu itu. Kebahagiaan yang sulit dilupakan. Karena banyak hal baru dan untuk yang pertama yang kami rasakan. Pelajaran dimata kuliah kali ini memang mengagumkan! Semoga, kita bertemu lagi dilain kesempatan. aamiin

~Waktu itu hidup, tidak bisa diulang dan diganti.