Meningkatkan Rasa Syukur
Tak kurang rasa syukur yang terus dipanjatkan dan dilimpahkan padaNya. Berkah yang selalu dinikmati dari setiap pagi (bangun tidur) sampai kembali tidur lagi, rasanyaaa Allah swt. luar biasa baiknya.
Ditiap subuh hari, selepas azan suara jangkrik dan ayam berlomba. Saling bersaut-sautan seakan ingin menjadi juara pahlawan subuh yang membangunkan manusia untuk segera ambil wudhu.
Matahari makin naik menyambut pagi yang menjadi perjalanan dan perjuangan mengumpulkan pahala bagi setiap makhlukNya. Aku buka gorden jendela, dan.. angin pagi rasanya langsung berhembus masuk ke pori-pori pipi aku ^_^ segarnyaaa!
Selepas bersih-bersih dan beres-beres di lantai satu, ini yang wajib aku syukuri selanjutnya ditiap pagi. Buka pintu, dan udara yang lebih besar langsung menyerpa pori-pori seluruh kulit tubuh aku, dan pandangan mata aku langsung tertuju kedepan. Pemandangan Gunung Salak beserta atributnya. SubhanAllah.. Tak kurang-kurang aku bersyukur dapet hal kaya gini setiap hari, setiap pagi, setiap aku ada dirumah. Pohon yang bergoyang-goyang ditiup angin dan burung-burung cantik terbang kian kemari, gatau apa yang mereka lakuin, pemandangan anak-anak yang pergi berangkat sekolah , berjalan-jalan melewati sawah nun jauh disana, tampak amat kecil dan lucu. yang tampak hanya titik berwarnan hitam, putih dan merah yang keliatan jalan lurus beriringan. Itu juga bagian yang aku suka.
![]() |
| Pemandangan Gunung Salak dipagi hari (jam set.6 pagi). Kalo yg ini, langitnya lagi berawan jadi sinar matahari yang muncul cuma sekelebat *halah apasih |
![]() |
| Masih di jam 6 pagi, tapi udara kali ini lagi mendung dan turun gerimis rintik-rintik. Maklum, Bogor kan kota hujan.. Ditambah lagi ini lagi musimnya. |
Udah beres bersih-bersih di lantai dua, siap lakuin aktivitas seharian penuh ini.
~
Kalo udah pulang kerumah, kadang Rendy lupa buat nyalain lampu setiap ruangan tertentu. Termasuk lantai dua (padahal kamar dia juga disana).
Kalo langit udah mulai gelap, kecantikan Gunung Salak mulai redup karena kurangnya cahaya. Tapi lampu-lampu disekitaran kaki gunungnya tampak beradu memamerkan kilauannya. Kesejukan masih terasa, dan malampun ditutup dengan rasa syukur yang sama. Terimakasih yaAllah :)
*Yuk main kerumah!!




No comments:
Post a Comment